Welcome to Master Pedia .... Blognya Ilmu teknologi yang ada di sekitar kita....Follow aja dan bebas komentar dan bertanya !

Jadi Fans di Facebook

Friday, June 10, 2011

Rahasia Lembar Jawab Komputer ( LJK )

wadoh....lama gx posting di blog rasanya kaku nich...setelah mungkin 1 bulanan engga ngurus blog karena persiapan UKK, sekarang saatnya posting di blog (mumpung ada waktu ). Langsung aja di topik yang sekarang.....cekitot :D


Tahukah kamu tentang LJK ? LJK adalah Lembar Jawab Komputer yaitu selembar kertas untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. LJK ini banyak digunakan untuk UN karena saking banyaknya kertas jawaban UN se-Indonesia. Apa hubungannya dengan saking banyaknya kertas jawaban ? Hubungannya adalah kalau kertas jawabannya banyak egga mungkin kan ngoreksinya pake manual/dengan tenaga manusia. Nah, makanya sekarang pake LJK karena LJK ini dapat di scan dengan alat yang disebut OMR dan hasil/nilai dengan sendirinya akan keluar/tampak. 



Apakah dengan sendirinya nilai akan keluar ? Tentu tidak.Alat ini tidak memerlukan kepintaran semacam pengenalan karakter (character recognition) pada perangkat OCR (Optical Character Recognition). Pada OMR, sinar infra merah yang diarahkan pada LJK tidak akan direfleksikan jika mengenai pilihan jawaban yang dihitamkan dengan pensil. Perangkat lunaklah yang berperan untuk mencocokkan posisi jawaban dengan informasi pada LJK.


Pemrosesan LJK dimulai dengan menyalakan OMR tentunya. Selanjutnya meletakkan setumpuk LJK pada input hopper. Kemudian sheet guide dirapatkan sesuai urukuran lebar LJK seperti printer biasa.


Bagaimana jika posisinya salah ? Kemungkinan besar mesin OMR akan mengalami kemacetan saat bekerja. Berikutnya lagi, status proses akan dimunculkan pada panel operator seperti layar telefon genggam. Untuk memulai proses pemindaian (scan), push button switches di sebelah kiri harus ditekan terlebih dahulu hingga muncul prompt ready.


Proses scan terjadi pada transport bed, kemudian LJK akan keluar dan tertumpuk pada output stacker. Sementara pada panel operator akan menampilkan status scan.


Peletakan LJK pun harus benar, tidak boleh terbalik yaitu timing marks harus pada sisi yang sama dengan panel operator. Proses dapat dihentikan dengan menekan push button switches di sebelah kanan. Di bagian sheet guide terdapat garis batas maksimum tumpukan LJK dalam satu kali proses koreksi. Biasanya tumpukan form tidak lebih dari 200 lembar, karena OMR bisa macet jika tumpukan berlebih.


Banyak siswa yang seringkali takut jika jawaban yang dilingkari/dihitamkan tidak terdeteksi oleh komputer karena kurang tebal menghitamkan. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah besar selama pensilnya adalah 2B asli. Tapi, percobaan dengan melakukan scanning form yang telah diisi dengan menggunakan pensil jenis HB dan juga ballpoint menunjukkan bahwa form dengan menggunakan pensil HB dapat terbaca sedangkan penggunaan ballpoint dalam form tidak dapat terbaca tetapi sama sekali tidak menyebabkab error. Sebenarnya penggunaan pensil diinstruksikan agar peserta ujian mudah untuk mengganti jawaban, karena pensil mudah dihapus. Sementara ajuran penggunaan pensil 2B karena kualitas penghitamannya lebih tajam dibanding jenis lainnya.


Apakah dalam menghitamkan harus sempurna degan bulatan ? Statement itu sebenarnya tidak salah tapi juga tidak benar karena dalam menghitamkan selama pensil tidak melebar ke area jawaban lain jawaban pasti akan terbaca. Tetapi jika pensil melebar ke area jawaban lain, berati ada dua jawaban dengan jawaban yang satu adalah jawaban hasil pensil yang melebar ke area lain.  


Beberapa perangkat OMR yang beredar di pasaran sekarang telah meningkat kemampuannya. Sebagai contoh OMR 100M tipe visible red (sinar merah yang tampak dengan mata) dapat membaca isian berupa lubang-lubang pada kertas (punched) dan tinta ballpoint warna hitam atau biru dengan kecepatan 25-35 lembar/menit. OMR yang menggunakan port serial RS232 atau port USB sebagai port komunikasi dengan komputer ini dibandrol sekira Rp 30 juta-an di pasaran. Jenis lain dengan kemampuan lebih besar (lebih cepat) berharga tak kurang dari Rp 50 juta.


Lumayan mahal, namun karena sangat membantu, boleh dikata dana tak terlalu jadi masalah. Coba bayangkan untuk mengoreksi seluruh jawaban peserta SPMB yang berjumlah sekira 70.000 lembar jika dilakukan secara manual. Tentunya sangat besar potensi konflik akibat kesalahan manusia.


Penggunaan OMR tak hanya sebatas pada pengoreksi ujian tapi juga banyak hal seperti kuesioner, lotere, survei, jajak pendapat sampai dengan aplikasi medis seperti hasil pemeriksaan laboratorium.


Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment